Mengenal asam basa:sifat,cara membedakan,dan klasifikasinya
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Hai..sobat blogger
Selamat datang di blog saya
Bloq ini di buat agar pengunjung dapat Kemudahan Berkreasi Pada Blog ini, yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Blog ini memuat tentang "mengenal asam basa" Serba-serbi Pada Blog in mudah-mudahan yang sangat membantu sobat blogger sekalian. Walaupun blog ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pengunjung.
Pernah mendengar istilah asam basa? Yuk, kita belajar mengenai asam basa,mulai dari sifat-sifat,cara membedakan, dan klasifikasinya!
Kamu pernah makan lemon, nggak? Ketika dimakan, lemon tuh rasanya ada masam-masamnya gitu, kan? Duh, bayanginnya aja udah terasa nih, rasa masamnya di lidah! Nah, kamu tahu nggak sih, lemon itu bisa terasa masam karena lemon mengandung senyawa asam. Senyawa asam mengandung ion H+ dan adanya ion H+ inilah yang membuat lemon rasanya masam.
Sebagian besar buah-buahan mengandung asam organik lemah, seperti asam sitrat pada jeruk, asam maleat pada apel, dan asam tartrat pada buah anggur. Selain itu, ada pula asam askorbat yang dikenal sebagai vitamin C yang banyak terdapat dalam buah yang berasa masam seperti buah lemon.
Nah, buah yang mengandung asam dan vitamin C ini memiliki banyak manfaat, lho! Mengonsumsi buah-buahan yang mengandung asam, dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kemudian, untuk ibu hamil, buah-buahan yang mengandung asam baik dalam membantu penyerapan zat besi dan membantu pembentukan hemoglobin.
Lihatnya aja udah terasa masam di lidah, ya! (Sumber: giphy.com)
Selain itu, pernah nggak, waktu kamu mandi dan lagi sabunan, eh nggak sengaja sabunnya nyiprat ke mulut, terus kejilat? Berbeda dengan lemon yang terasa masam, kalau sabun rasanya pahit, kan? Nah, itu karena sabun mengandung senyawa basa. Senyawa basa mengandung ion OH– dan adanya ion OH– inilah yang menyebabkan sabun rasanya pahit.
Jadi, rasa masam dan rasa pahit ini merupakan salah satu sifat atau ciri dari asam dan basa. Kalau begitu, ada nggak ya, sifat lainnya dari asam dan basa? Tentu ada, dong!
Sifat Asam dan Basa
Asam dan basa memiliki sifat yang berbeda. Sifat atau karakteristik asam dan basa dapat kamu lihat pada infografik berikut.
Seperti yang tadi sudah dibahas, dari segi rasa, asam memiliki rasa yang masam sedangkan basa memiliki rasa yang pahit. Lalu, dari segi pH, asam memiliki pH di bawah 7, sedangkan basa memiliki pH di atas 7. Jika suatu larutan memiliki pH 7 artinya larutan tersebut sifatnya netral ya, guys! Tidak bersifat asam maupun basa
Kemudian, ciri selanjutnya dapat dilihat dari indikator asam basa yang biasa digunakan yaitu lakmus. Jika suatu larutan bersifat asam, maka ia akan memerahkan lakmus biru. Sementara itu, jika larutannya bersifat basa maka ia akan membirukan lakmus merah. Jangan terbalik, ya! Terakhir, larutan atau senyawa asam bersifat korosif, sedangkan basa bersifat kaustik.
Cara Membedakan Asam dan Basa
Senyawa asam dapat dengan mudah ditemukan pada buah-buahan, seperti jeruk dan lemon. Selain itu, bisa juga ditemukan pada bahan makanan, seperti cuka. Bahkan, senyawa asam juga banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan lho, misalnya asam benzoat yang dimanfaatkan sebagai pengawet jus buah dan selai. Sedangkan untuk senyawa basa, umumnya dapat ditemukan pada benda yang rasanya pahit, seperti obat atau sabun.
Berarti, kalau mau membedakan asam dan basa, kita harus tahu rasanya masam atau pahit, ya? Eits, nggak gitu ya, guys! Ada cara yang lebih aman untuk membedakan mana yang merupakan senyawa asam dan mana yang merupakan senyawa basa. Salah satunya seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, yaitu menggunakan indikator lakmus atau pH meter.
Selain itu, kamu juga bisa menggunakan bahan-bahan alami yang berwarna cerah sebagai indikator untuk mengidentifikasi asam dan basa. Misalnya, bunga sepatu dan bunga kana. Ketika bunga sepatu dan bunga kana ini dimasukan kedalam larutan asam, maka warnanya akan berubah menjadi lebih muda dan terang daripada warna semula. Tapi, jika dimasukan ke dalam larutan basa, maka warnanya akan berubah menjadi lebih gelap dari warna semula
Kita juga bisa lho, membuat larutan asam dan basa sendiri! Mau tau caranya? Simak pembahasannya berikut, ya!
Membuat Larutan Asam dan Basa
Larutan asam dan basa dapat diperoleh dengan melarutkan asam atau basa secara langsung ke dalam air. Selain itu, larutan ini juga dapat diperoleh melalui reaksi antara senyawa oksida dengan air.
Reaksi antara oksida asam dengan air akan menghasilkan larutan asam, sedangkan reaksi antara oksida basa dengan air akan menghasilkan larutan basa. Larutan basa juga dapat dihasilkan dari reaksi antara logam reaktif dengan air.
Oksida sendiri merupakan senyawa yang terbentuk antara unsur tertentu dengan oksigen. Oksida asam adalah oksida yang berasal dari unsur nonlogam dengan oksigen, misalnya CO2, SO2, P2O5, Cl2O7 dan sebagainya. Oksida asam akan menghasilkan larutan asam jika bereaksi dengan air. Contoh reaksi yang menghasilkan larutan asam bisa kamu lihat pada gambar berikut.
Lanjut, kita bahas larutan basa, ya! Larutan basa dapat dibentuk dengan mereaksikan oksida basa dengan air. Oksida basa adalah oksida yang berasal dari unsur logam dengan oksigen, misalnya Na2O, CaO, Fe2O3, dan sebagainya. Contoh reaksi yang menghasilkan larutan basa bisa kamu lihat pada gambar berikut.
Tapi, perlu diperhatikan, bahwa di antara senyawa oksida, ada yang disebut oksida indiferen, yaitu oksida yang tidak dapat membentuk asam maupun basa, misalnya CO dan NO.
Selain itu, ada juga oksida amfoter. Amfoter artinya dapat bereaksi dengan ion asam (H+) dan ion basa (OH–). Contoh oksida amfoter adalah Al2O3 dan ZnO.
Klasifikasi Asam dan Basa
Oke, sekarang kita bahas tentang klasifikasi asam dan basa, ya! Asam dan basa dibagi menjadi dua macam, yaitu asam kuat dan basa kuat, serta asam lemah dan basa lemah. Kuat dan lemahnya tuh maksudnya gimana, ya? Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Asam Kuat dan Basa Kuat
Asam kuat adalah senyawa asam yang mudah melepaskan ion H+ dalam air dan mengalami disosiasi total dalam larutannya. Contoh asam kuat yaitu HCl, HNO3, H2SO4, dan HCIO4.
Sedangkan basa kuat adalah senyawa basa yang mudah melepaskan ion OH– dalam air dan mengalami disosiasi total dalam larutannya. Contoh basa kuat yaitu NaOH, KOH, dan Ba(OH)2.
2. Asam Lemah dan Basa Lemah
Asam lemah adalah senyawa asam yang sulit melepaskan ion H+ dalam air dan mengalami disosiasi sebagian dalam larutannya. Contoh asam lemah yaitu H3PO4, H2SO3, HNO2, dan CH3COOH.
Basa lemah adalah senyawa basa yang sulit melepaskan ion OH– dalam air dan mengalami disosiasi sebagian dalam larutannya. Contoh basa lemah yaitu NaHCO3 dan NH4OH.
Itu tadi pembahasan kita tentang asam basa, mulai dari sifat atau cirinya, cara membedekan, hingga klasifikasinya. Gimana? Sudah paham, kan? Kalau kamu belum puas dengan penjelasan pada blog ini, kamu bisa belajar dengan menggunakan video belajar beranimasi di literatur lainnya! Dan kamu bisa menambah pemahaman kamu tentang materi asam dan basa, tentunya dengan bimbingan tutor yang berpengalaman
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Halo, Sobat blogger! Pada blog kali ini saya akan membahas mengenai materi beserta contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari hari. Teman-teman tentunya udah nggak asing lagi dong, sama yang namanya proses pembakaran, fotosintesis, atau reaksi pada apel yang ketika udah dipotong terus dibiarin di udara terbuka lama-lama warnanya berubah dan ukurannya menyusut? Nah, aktivitas yang sering ditemui atau bahkan kita lakukan sehari-hari ini adalah reaksi redoks. Fotosintesis sebagai salah satu contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari (dok: freepik) Contoh Redoks (Dok: Let’s Talk Science) Emangnya, apa yang dimaksud dengan reaksi redoks ...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu... Hai Sobat blogger.. Nah Blog ini membahas mengenai materi kimia yaitu sistem koloid termasuk pengertian, jenis-jenis koloid, sifat koloid, serta proses terbuatnya koloid. Meskipun rasanya kata “sistem koloid” itu agak kurang familiar di telinga kita, sebenarnya penerapan sistem koloid itu cukup mudah loh kita temukan di kehidupan kita sehari-hari misalnya, susu dan agar-agar dan lain-lain. Sebenarnya seperti apa sih sistem koloid itu? Nah, dalam Blog ini kita bakal bahas mengenai sistem koloid termasuk pengertian, jenis-jenis sistem koloid, sifat sistem koloid, serta pembuatan koloid, dimana materi mengenai sistem koloid ini juga akan kalian temui pada mata pelajaran kimia kelas 11. Untuk lebih jelas dan detailnya, baca blog ini sampai habis yaa 🙂So, tunggu apa lagi, buruan simak materi koloid di bawah ini! Tahukah kamu apa itu sistem koloid? Di blog in, kita akan mengenal pengertian sistem koloid, perbedaannya dengan larutan dan...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Hi, guys! Gimana nih sekolahnya? Masih lancar dan semangat ‘kan ya? Kali ini saya mau membahas tentang rangkuman materi ikatan kimia kelas 10. Ada apa aja? Baca terus aja deh. Bingung nggak sih, kok kimia ada ikatannya? Sama seperti manusia ya ada ikatan antara gue dan elo. Hihihi. Nah, kira-kira udah kebayang belum sih ikatan kimia itu apa dan bagaimana? Garam merupakan salah satu contoh senyawa yang dihasilkan dari ikatan kimia (Dok.pixabay.com/onefox) Pernah nggak kalian memperhatikan garam dapur itu tersusun dari atom apa aja? Yap, Na dan Cl. Lho, kenapa mereka bisa bersatu dan membentuk senyawa garam dapur? Bagaimana cara perpindahannya? Itu semua ada hubungannya dengan ikatan kimia, lho. Dari pada bingung, mending kita langsung ke rangkuman ikatan kimia aja, yuk! Apa Itu Ikatan Kimia? Ikatan kimia merupakan gaya yang mengikat dua atom atau lebih untuk membuat senyawa atau molekul kimia. Ikatan itulah yang akan menjaga ato...
Komentar
Posting Komentar