Mengenal Reaksi Redoks dalam kehidupan sehari-hari
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Halo, Sobat blogger!
Pada blog kali ini saya akan membahas mengenai materi beserta contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari hari.
Teman-teman tentunya udah nggak asing lagi dong, sama yang namanya proses pembakaran, fotosintesis, atau reaksi pada apel yang ketika udah dipotong terus dibiarin di udara terbuka lama-lama warnanya berubah dan ukurannya menyusut?
Nah, aktivitas yang sering ditemui atau bahkan kita lakukan sehari-hari ini adalah reaksi redoks.
Fotosintesis sebagai salah satu contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari (dok: freepik)
Contoh Redoks (Dok: Let’s Talk Science)
Emangnya, apa yang dimaksud dengan reaksi redoks itu apasih?
So, tunggu apa lagi, buruan simak materi reaksi redoks di bawah ini!
Secara bahasa, reaksi redoks adalah akronim dari “reaksi reduksi-oksidasi” pada proses elektrokimia.
Tapi, elo tau gak sih gimana reaksi ini bekerja dan dampaknya pada kehidupan kita? Yuk, cari tahu pembahasan lebih lanjutnya di bawah ini!
Apa yang Dimaksud dengan Reaksi Redoks?
Pada bagian pertama materi reaksi redoks kali ini, saya akan membahas mengenai pengertian dari reduksi dan oksidasi terlebih dahulu nih.
Tak kenal maka tak sayang kan?
Jadi supaya teman-teman makin sayang sama materi Kimia yang satu ini, teman-teman harus memahami apa yang dimaksud dengan reaksi redoks dulu.
Reduksi
Pengertian dari reduksi sebenernya ada tiga, dan itu dibedakan berdasarkan hubungan suatu zat dengan atom hidrogen (H) dan atom oksigen (O) serta ketika zat tersebut mengalami arus listrik. Jadi kurang-lebih, konsep dan definisi reduksi bakal kayak gini
1. Reduksi adalah proses terjadinya pengikatan atom H, sehingga jumlah atom H akan bertambah.
2. Reduksi adalah proses terjadi pelepasan atom O.
3. Reduksi adalah ketika suatu zat mengalami arus listrik, maka akan terjadi penangkapan elektron (Apa Itu Reaksi Redoks dalam Kimia? 105), sehingga jumlah bilangan oksidasi (biloks)-nya akan turun.
Oksidasi
Sama kayak reduksi, konsep dan definisi dari oksidasi bisa dijabarin jadi kayak gini:
1. Oksidasi adalah proses terjadinya pelepasan atom H.
2. Oksidasi adalah terjadinya pengikatan atom O, sehingga jumlah atom O akan bertambah.
3. Oksidasi adalah ketika suatu zat mengalami arus listrik, maka akan terjadi pelepasan elektron (Apa Itu Reaksi Redoks dalam Kimia? 105), sehingga jumlah bilangan oksidasi (biloks)-nya akan naik.
Bilangan Oksidasi (Biloks)
Nah, hal lain yang perlu kalian tau saat mempelajari materi reaksi redoks adalah bilangan oksidasi atau biloks.
Biloks itu apaan,sih?
“Bilangan oksidasi adalah jumlah muatan positif ataupun negatif pada sebuah atom.”
Nah, biloks ini menunjukkan jumlah elektron yang udah diterima atau yang udah diberikan oleh suatu atom ke atom yang lain.
Cara tahu sebuah atom punya nilai positif atau negatif itu gimana?
1. Jika sebuah atom udah melepaskan atau memberikan sejumlah elektron, maka atom tersebut akan bernilai positif.
2. Jika sebuah atom udah menerima sejumlah elektron, maka atom tersebut akan bernilai negatif.
Kenapa atom melakukan transfer (menerima atau melepaskan) elektron?
Hal ini karena atom tersebut masih memiliki sifat yang belum stabil dan ingin menjadi stabil.
Gimana caranya bisa tahu suatu atom udah bersifat stabil atau belum?
Nah, ini bisa dilihat dari jumlah elektron valensi atau jumlah elektron yang ada pada kulit bagian terluar dari suatu atom. Teman-teman bisa pahami lebih lanjut tentang konsep elektron valensi dan konfigurasi elektron dulu ya, Sob, xixi.
Aturan Penulisan Biloks
1. Ketika suatu atom melepaskan elektron, maka penulisan muatan biloksnya diberi imbuhan tanda (+).
2. Ketika suatu atom menerima elektron, maka penulisan muatan biloksnya diberi imbuhan tanda (-).
Reduktor dan Oksidator
Dalam reaksi redoks juga dikenal dengan istilah reduktor dan oksidator. Pada dasarnya reduktor diambil dari kata reduksi, sedangkan oksidator diambil dari kata oksidasi yang artinya peningkatan atau penambahan.
Suatu reaksi dinyatakan sebagai reaksi redoks apabila terjadi pengurangan atau pemotongan.
Reduktor
1. Pada reaksi redoks reduktor merupakan sebutan bagi senyawa yang bersifat reduktif atau memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain.
2. Reduktor melepaskan atau memberikan elektron kepada senyawa lain alias mengalami oksidasi.
3. Reduktor disebut juga sebagai “penderma elektron”.
4. Contoh zat pereduksi: asam format, alkali, dan lain-lain.
Oksidator
1. Oksidator merupakan sebutan bagi senyawa yang bersifat oksidatif atau memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain.
2. Oksidator menerima elektron dari senyawa lain alias mengalami reduksi.
3. Oksidator disebut juga sebagai “penerima elektron”.
4. Contoh zat pengoksidasi: asam nitrat, halogen, dan lain-lain.
Penyetaraan Reaksi Redoks
Tahap terpenting dalam reaksi redoks adalah penyetaraan jumlah atom dan muatan yang ada di reaktan dan produknya.
Nah, penyetaraan ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
Metode Bilangan Oksidasi
1. Teman-teman cermati mana aja unsur yang mengalami perubahan biloks, hitung biloks setiap elemen, lalu hitung kenaikan atau penurunan biloks per unsurnya.
2. Beri label mana aja unsur yang merupakan reduktor dan oksidator.
3. kenaikan dan penurunan biloks. Kalau udah sama, udah nggak usah apa-apain lagi. Kalau beda, teman-teman bisa gandakan reduktor dan oksidatornya.
Metode Setengah Reaksi
1. Cermati mana aja ion-ion yang mengalami reduksi dan oksidasi.
2. Ditulisnya, teman-teman bagi dua secara terpisah, ya.Samakan jumlah atom yang mengalami perubahan biloks (kenaikan ataupun penurunan).
3. Teman-teman kalikan antara jumlah atom dan selisih biloksnya, nah nanti hasilnya akan bernilai setara dengan jumlah elektronnya.
Penerapan Reaksi Redoks dalam Kehidupan Sehari-Hari
Di awal blog, saya sempet mention beberapa contoh, lalu bagaimana nih penerapan reaksi redoks dalam kehidupan sehari sehari.
Nah, supaya teman-teman gampang mengingat, saya udah buat daftar contohnya berikut ini:
1. Pembakaran.
Tahu nggak sih, oksigen yang ada di atmosfer bumi itu mengalami penurunan selama proses pembakaran? Sementara itu, terjadi reaksi oksidasi pada senyawa yang lagi dibakar tersebut.
2. Fotosintesis.
Selama proses fotosintesis, karbon dioksida mengalami reaksi reduksi, sementara air mengalami reaksi oksidasi.
3. Apel yang dibiarkan di ruangan terbuka.
Reaksi oksidasi terlihat pada apel yang berubah warna jadi coklat setelah terkena oksigen.
4. Dekomposisi.
Nah, jadi ternyata setelah suatu organisme hidup dinyatakan mati, senyawa organik yang ada di dalamnya itu mulai mengalami proses peluruhan atau dekomposisi alias senyawanya bereaksi dengan oksigen.
5. Pengaratan Besi.
Besi (Fe) dioksidasi oleh Oksigen menjadi Fe2O2.3H2O (karatan besi)
6. Pemutihan Noda Pakaian.
NaOCl memutihkan pakaian dengan cara mengoksidasi noda pakaian lain.
Nah itu tadi pembahasan kita tentang materi reaksi redoks lengkap dengan contoh reaksi di kehidupan sehari-hari.
Semoga, blog ini bermanfaat buat nambah wawasan dan bikin teman-teman semangat buat cari tahu lebih banyak lagi tentang materi Kimia ya🤗
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar